Tadabur Surat Al Kahfi ayat 82
وَأَمَّا ٱلۡجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَٰمَيۡنِ يَتِيمَيۡنِ فِي ٱلۡمَدِينَةِ وَكَانَ تَحۡتَهُۥ كَنزٞ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَٰلِحٗا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبۡلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسۡتَخۡرِجَا كَنزَهُمَا رَحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَۚ وَمَا فَعَلۡتُهُۥ عَنۡ
Terjemahnya:
Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya"
Dalam tafsir ibnu katsir dijelaskan, bahwa salah satu pelajaran berharga dari ayat ini adalah bahwa orang sholeh akan membawa kebaikan kepada anak cucunya, diayat ini tidak disebutkan apakah anaknya sholeh atau tidak, dan dijelaskan bahwa kesholehan itu dari kakeknya yang ke tujuh
Maka kalau keturunan ke tujuh saja membawa kebaikan apalagi jika itu dari orang tua langsung tentu akan lebih berkah lagi.
Ayo baca tafsir lagi yaa
Semoga senantiasa kita bisa menjaga kesholehan kita aamiin

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda